PERMASALAHAN PERKOTAAN

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Hallo fellas!! Gimana kabarnya sehat? semoga kalian sedang dalam keadaan sehat ya!!. Kembali lagi dengan saya Sonia Dwi Katresna. Kemarin di blog kedua saya, saya telah menjelaskan bentuk-bentuk komunikasi. Nah, di blog ketiga ini saya akan membuat 4 pertanyaan tentang Permasalahan Perkotaan. Dan pertanyaan tersebut akan saya jawab di blog ini.


PERMASALAHAN PERKOTAAN



Permasalahan perkotaan dewasa ini semakin hangat dibicarakan karena keterkaitannya dengan hampir segala aspek kehidupan manusia. Perkembangan kegiatan suatu kota sering menjadi tumpuan harapan masyarakat sehingga mereka berduyun-duyun berebut kesempatan untuk bisa memperoleh penghidupan di kota tersebut.

Berikut pertanyaan yang telah saya buat tentang Permasalahan Perkotaan:


1. Mengapa masih banyak orang yang berdagang di trotoar?


Jawab:
- Karena mungkin mereka tidak mempunyai lahan untuk berdagang dan kemudian mereka memilih trotoar sebagai solusinya
- Mereka tidak mempunyai biaya yang cukup untuk menyewa ruko atau toko untuk berjualan
- Karena trotoar sering dilewati oleh banyak orang, jadi trotoar merupakan tempat yang strategis untuk berjualan
- Kurangnya kesadaran para pedagang

2. Mengapa kebanyakan masyarakat tidak tertarik untuk naik transportasi umum?


Jawab:
- Kondisi angkutan umum  yang kurang layak menjadi salah satu alasan banyak orang tidak mau naik transportasi umum
- Kebiasaan supir yang ugal-ugalan dan berhenti dimana saja
- Bising, karena seringkali ada pedagang asongan, pengamen, dan tidak jarang meminta uang dengan memaksa
- Karena kebanyakan bahkan hampir semua angkutan umum sering berhenti atau dikenal dengan istilah ngetem
- Keamanan pada transportasi umum yang kurang. Karena sering sekali terdengar berita terjadi pencopetan bahkan korban kejahatan
- Untuk mencapai ke tempat tujuan sering kali harus naik beberapa transportasi umum sehingga kita harus mengeluarkan uang lebih
- Yang terakhir yaitu faktor gengsi, seringkali banyak orang yang beranggapan bahwa naik mobil pribadi itu dipandang sebagai orang kaya atau meiliki kelas sosial yang tinggi dibandingkan dengan orang yang naik transportasi umum.

3.   Bagaimana cara mengatasi kawasan yang kumuh?


Jawab:
- Membangun rumah susun agar masyarakat yang tinggal di kawasan yang kumuh bisa tinggal di rumah susun tersebut. Karena dengan adanya rumah susun dapat menghemat lahan pemukiman
- Memberikan penyuluhan tentang dampak tinggal di lingkungan yang kumuh
- Program perbaikan kawasan tersebut. Misalnya dengan cara menata kembali, kemudian seluruh warganya berkontribusi untuk menjadikan kawasan tersebut lebih indah dan lebih berwarna seperti dengan mengecat kembali rumah-rumah mereka.

4. Bagaimana cara mengatasi kepadatan penduduk?


Jawab:
- Dengan transmigrasi (perpindahan penduduk dari wilayah yang banyak atau padat penduduknya ke wilayah yang masih jarang penduduknya)
- Menekan pertumubuhan penduduk dengan program Keluarga Berencana (KB)
- Memberlakukan tarif yang tinggi untuk para imigran (biasanya ketika imigran masuk ke Indonesia, mereka akan mengurus berbagai macam dokumen administrasi beserta dengan biayanya)

Nah, itu dia pertanyaan dan jawaban yang telah saya buat. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Semoga bermanfaat bagi yang membacanya. See you di blog selanjutnya!!

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh






Komentar

Posting Komentar