Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Hallo Fellas!! Gimana kabarnya sehat? semoga kalian dalam keadaan sehat ya!!. Kembali lagi dengan saya Sonia Dwi Katresna. Kemarin di blog ketiga saya, saya telah membuat pertanyaan tentang permasalahan perkotaan beserta jawabannya. Nah, di blog keempat ini, saya akan menjelaskan Angkutan Umum dan Perencanaan Wilayah dan Kota. Langsung saja kita ke pembahasannya.
ANGKUTAN UMUM
Hallo Fellas!! Gimana kabarnya sehat? semoga kalian dalam keadaan sehat ya!!. Kembali lagi dengan saya Sonia Dwi Katresna. Kemarin di blog ketiga saya, saya telah membuat pertanyaan tentang permasalahan perkotaan beserta jawabannya. Nah, di blog keempat ini, saya akan menjelaskan Angkutan Umum dan Perencanaan Wilayah dan Kota. Langsung saja kita ke pembahasannya.
ANGKUTAN UMUM
Transportasi umum atau angkutan umum (dikenal pula sebagai transportasi publik atau transportasi massal) adalah layanan angkutan penumpang oleh sistem perjalanan kelompok yang tersedia untuk digunakan oleh masyarakat umum, biasanya dikelola sesuai jadwal, dioperasikan pada rute yang ditetapkan, dan dikenakan biaya untuk setiap perjalanan. Dalam transportasi sendiri terdapat 5 unsur utama di dalamnya yaitu, manusia (yang melakukan transportasi), barang (yang dibutuhkan manusia), kendaraan (sarana untuk transportasi), jalan (prasarana untuk transportasi), dan organisasi (pengelola kegiatan transportasi). Kita sebagai manusia yang melakukan transportasi seharusnya lebih sering menaiki transportasi umum karena dengan itu dapat mengurangi kemacetan di jalanan. Kita juga harus menyadari bahwa transportasi umum memiliki banyak manfaat selain mengurangi kemacetan.
Manfaat angkutan umum diantaranya pengeluaran jadi lebih hemat, biaya transportasi bila menggunakan angkutan umum tentunya berbeda jika menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini karena tarif angkutan umum yang cukup murah dan terjangkau. Kemudian hemat tenaga, karena menyetir atau mengendarai kendaraan pribadi tentunya lebih menguras tenaga ketimbang hanya duduk manis di angkutan umum yang sudah dikendarai oleh sang sopir atau masinis. Selanjutnya, dengan menggunakan angkutan umum, secara tidak langsung kita dapat membantu mendukung program mewujudkan lingkungan bersih dan sehat. Misalnya, program Go Green. Dengan menggunakan angkutan umum, tentu saja akan mengurangi potensi peningkatan polusi udara. Dan masih banyak lagi manfaat yang akan didapat jika kita menggunakan angkutan umum.
Dibalik banyaknya manfaat dari angkutan umum, seringkali masih banyak orang yang enggan menaiki angkutan umum karena beberapa faktor. Diantaranya faktor kenyamanan, faktor keamanan, faktor disiplin dan ketepatan waktu, dan yang paling parah adalah faktor gengsi. Kondisi angkutan umum yang kurang layak menjadi salah satu alasan orang enggan naik angkutan umum. Ketidak nyamanan penumpang juga berasal dari kebiasaan sopir angkutan umum yang sering ugal-ugalan. Alasan kedua yang menjadikan masyarakat malas untuk memilih angkutan umum dalam berpergian adalah dikarenakan faktor keamanan yang kurang. Sudah banyak berita-berita di televisi nasional maupun koran yang memuat berita tentang korban kejahatan yang terjadi di angkutan umum. Pencopetan dan perampokan di dalam angkutan umum merupakan tindak kejahatan yang paling sering terjadi. Tidak sedikit juga masyarakat yang menjadi korban penipuan dan hipnotis ketika berada di angkutan umum. Kemudian sudah menjadi rahasia umum bahwa angkutan umum di Indonesia sering kali tidak berangkat atau sampai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kebiasaan ngetem, terutama pada angkutan umum bis dan angkot, menjadi hal yang menyebabkan keterlambatan. Tak jarang ngetem dilakukan pada waktu yang cukup lama. Tujuannya adalah untuk mendapatkan penumpang yang lebih banyak. Namun, hal ini justru membuat masyarakat yang menggunakan angkot dapat terlambat dalam masuk kerja ataupun dalam menghadiri acara lainnya. Dan yang terakhir faktor gengsi. Masyarakat Indonesia masih kental dengan budaya gengsi yang tinggi. Naik mobil atau kendaraan pribadi sering dianggap orang kaya atau memiliki kelas sosial yang tinggi dibandingkan dengan orang yang naik angkutan umum. Selain itu, menggunakan kendaraan pribadi juga dapat meningkatkan kepercayaan diri. Hal ini menyebabkan masih banyaknya masyarakat Indonesia yang enggan untuk menggunakan angkutan umum dengan alasan malu karena gengsi.
PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Perencanaan Wilayah dan Kota atau Teknik Planologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari perencanaan suatu kota atau wilayah. Dalam bahasa yang lebih sederhana, Teknik PWK adalah ilmu tata kota. Berbeda dengan arsitektur, PWK tidak merancang detail bangunan per bangunan, tapi langsung merencanakan suatu kota atau wilayah (berbicara mengenai letak atau lokasi). Kuliah di Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota tidak harus pintar menggambar, yang penting punya daya imajinasi tinggi, serta daya analisis kuat dan kreatif terhadap suatu isu dan masalah suatu kota atau wilayah. Materi yang dipelajari tidak melulu mengenai keteknikan atau hitung-hitungan, namun juga mengenai sosial-budaya, sosial-ekonomi, kependudukan, teori-teori perencanaan kota dan wilayah, pemetaan, ilmu geografi dan geologi, statistika, software-software pendukung perencanaan (Sistem Informasi Geografis), teori-teori sosial, teori-teori hukum dan politik, kajian lingkungan, sistem transportasi, perumahan dan permukiman, serta ilmu komunikasi.
Ilmu komunikasi sangat penting dipelajari karena nantinya kita akan terjun langsung ke masyarakat. Nantinya, kita harus bisa menyampaikan segala informasi dengan baik dan benar kepada masyarakat. Jurusan perencanaan wilayah dan kota ini juga hanya ada di beberapa universitas. Banyak sekali yang bertanya apa bedanya jurusan ini dengan jurusan sipil dan arsitektur. Teknik Sipil berfokus pada perhitungan dan pelaksanaan konstruksi struktur fisik suatu bangunan atau sistem dan terbatas pada struktur atau sistem itu pula. Di PWK, fokusnya lebih luas yaitu suatu analisis kawasan atau wilayah yang terdiri dari banyak struktur (fisik maupun non-fisik), perencanaan dan perkembangannya, serta pengaruhnya terhadap kawasan atau wilayah lainnya. Mirip seperti Teknik Sipil, Teknik Arsitektur berfokus pada perancangan struktur atau sistem fisik bangunan dan fokusnya tidak seluas PWK. Pada Arsitektur, fokus terbesar kajiannya hanya mencapai level kawasan, namun pada PWK, fokus kajiannya bisa mencapai level wilayah yang terdiri dari beberapa kabupaten dan kota (bahkan sebenarnya, level kawasan adalah yang paling kecil di PWK). PWK juga lebih banyak membahas faktor-faktor non-fisik seperti tatanan sosial dan ekonomi dalam kajiannya. Selain itu, PWK tidak hanya fokus ke estetika ruang aja, tapi juga pada fungsi tatanan ruang.
Jika sudah lulus, nantinya lulusan perencanaan wilayah dan kota akan disebut sebagai planner. Kemampuan utama dari lulusan PWK adalah cara berpikir yang sistematis. Karena ketika kita belajar di PWK, mahasiswa tidak hanya belajar perencanaan wilayah dan kota saja tetapi belajar keseluruhan proses yang ada atau biasa disebut orang sebagai POAC: Planning, Organizing, Actuating, Controlling. Sebagai seorang planner kita harus mempunyai kemampuan untuk merencanakan sesuatu dengan baik. Prospek kerjanya juga sangat luas, diantaranya sebagai konsultan, bekerja di BUMN, Departemen Perhubungan, Departemen dalam negeri, Badan Perencanaan Daerah (BAPEDA), dan masih banyak lagi.
Kesimpulan
Tentunya ada hubungan antara angkutan umum dengan perencanaan wilayah dan kota. Sebagai lulusan PWK atau planner kita harus bisa membuat lingkungan yang nyaman, aman, dan terencana. Terutama dalam transportasi. Jika kita bisa membuat masyarakat nyaman dan merasa aman ketika menaiki transportasi umum, tentunya kemacetan, polusi udara, lama kelamaan akan berkurang dan lingkungan pun menjadi lebih bersih dan jalanan pun lebih tertata. Kita juga sebagai seorang planner harus memberi tahu masyarakat tentang pentingnya naik transportasi umum. Dan kita juga harus bisa memperbaiki sarana dan prasarana transportasi umum agar faktor-faktor yang membuat masyarakat enggan menaiki angkutan umum bisa teratasi.
Sekiranya hanya sekian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Semoga bermanfaat bagi kalian yang membacanya.
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Manfaat angkutan umum diantaranya pengeluaran jadi lebih hemat, biaya transportasi bila menggunakan angkutan umum tentunya berbeda jika menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini karena tarif angkutan umum yang cukup murah dan terjangkau. Kemudian hemat tenaga, karena menyetir atau mengendarai kendaraan pribadi tentunya lebih menguras tenaga ketimbang hanya duduk manis di angkutan umum yang sudah dikendarai oleh sang sopir atau masinis. Selanjutnya, dengan menggunakan angkutan umum, secara tidak langsung kita dapat membantu mendukung program mewujudkan lingkungan bersih dan sehat. Misalnya, program Go Green. Dengan menggunakan angkutan umum, tentu saja akan mengurangi potensi peningkatan polusi udara. Dan masih banyak lagi manfaat yang akan didapat jika kita menggunakan angkutan umum.
Dibalik banyaknya manfaat dari angkutan umum, seringkali masih banyak orang yang enggan menaiki angkutan umum karena beberapa faktor. Diantaranya faktor kenyamanan, faktor keamanan, faktor disiplin dan ketepatan waktu, dan yang paling parah adalah faktor gengsi. Kondisi angkutan umum yang kurang layak menjadi salah satu alasan orang enggan naik angkutan umum. Ketidak nyamanan penumpang juga berasal dari kebiasaan sopir angkutan umum yang sering ugal-ugalan. Alasan kedua yang menjadikan masyarakat malas untuk memilih angkutan umum dalam berpergian adalah dikarenakan faktor keamanan yang kurang. Sudah banyak berita-berita di televisi nasional maupun koran yang memuat berita tentang korban kejahatan yang terjadi di angkutan umum. Pencopetan dan perampokan di dalam angkutan umum merupakan tindak kejahatan yang paling sering terjadi. Tidak sedikit juga masyarakat yang menjadi korban penipuan dan hipnotis ketika berada di angkutan umum. Kemudian sudah menjadi rahasia umum bahwa angkutan umum di Indonesia sering kali tidak berangkat atau sampai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kebiasaan ngetem, terutama pada angkutan umum bis dan angkot, menjadi hal yang menyebabkan keterlambatan. Tak jarang ngetem dilakukan pada waktu yang cukup lama. Tujuannya adalah untuk mendapatkan penumpang yang lebih banyak. Namun, hal ini justru membuat masyarakat yang menggunakan angkot dapat terlambat dalam masuk kerja ataupun dalam menghadiri acara lainnya. Dan yang terakhir faktor gengsi. Masyarakat Indonesia masih kental dengan budaya gengsi yang tinggi. Naik mobil atau kendaraan pribadi sering dianggap orang kaya atau memiliki kelas sosial yang tinggi dibandingkan dengan orang yang naik angkutan umum. Selain itu, menggunakan kendaraan pribadi juga dapat meningkatkan kepercayaan diri. Hal ini menyebabkan masih banyaknya masyarakat Indonesia yang enggan untuk menggunakan angkutan umum dengan alasan malu karena gengsi.
PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Ilmu komunikasi sangat penting dipelajari karena nantinya kita akan terjun langsung ke masyarakat. Nantinya, kita harus bisa menyampaikan segala informasi dengan baik dan benar kepada masyarakat. Jurusan perencanaan wilayah dan kota ini juga hanya ada di beberapa universitas. Banyak sekali yang bertanya apa bedanya jurusan ini dengan jurusan sipil dan arsitektur. Teknik Sipil berfokus pada perhitungan dan pelaksanaan konstruksi struktur fisik suatu bangunan atau sistem dan terbatas pada struktur atau sistem itu pula. Di PWK, fokusnya lebih luas yaitu suatu analisis kawasan atau wilayah yang terdiri dari banyak struktur (fisik maupun non-fisik), perencanaan dan perkembangannya, serta pengaruhnya terhadap kawasan atau wilayah lainnya. Mirip seperti Teknik Sipil, Teknik Arsitektur berfokus pada perancangan struktur atau sistem fisik bangunan dan fokusnya tidak seluas PWK. Pada Arsitektur, fokus terbesar kajiannya hanya mencapai level kawasan, namun pada PWK, fokus kajiannya bisa mencapai level wilayah yang terdiri dari beberapa kabupaten dan kota (bahkan sebenarnya, level kawasan adalah yang paling kecil di PWK). PWK juga lebih banyak membahas faktor-faktor non-fisik seperti tatanan sosial dan ekonomi dalam kajiannya. Selain itu, PWK tidak hanya fokus ke estetika ruang aja, tapi juga pada fungsi tatanan ruang.
Jika sudah lulus, nantinya lulusan perencanaan wilayah dan kota akan disebut sebagai planner. Kemampuan utama dari lulusan PWK adalah cara berpikir yang sistematis. Karena ketika kita belajar di PWK, mahasiswa tidak hanya belajar perencanaan wilayah dan kota saja tetapi belajar keseluruhan proses yang ada atau biasa disebut orang sebagai POAC: Planning, Organizing, Actuating, Controlling. Sebagai seorang planner kita harus mempunyai kemampuan untuk merencanakan sesuatu dengan baik. Prospek kerjanya juga sangat luas, diantaranya sebagai konsultan, bekerja di BUMN, Departemen Perhubungan, Departemen dalam negeri, Badan Perencanaan Daerah (BAPEDA), dan masih banyak lagi.
Kesimpulan
Tentunya ada hubungan antara angkutan umum dengan perencanaan wilayah dan kota. Sebagai lulusan PWK atau planner kita harus bisa membuat lingkungan yang nyaman, aman, dan terencana. Terutama dalam transportasi. Jika kita bisa membuat masyarakat nyaman dan merasa aman ketika menaiki transportasi umum, tentunya kemacetan, polusi udara, lama kelamaan akan berkurang dan lingkungan pun menjadi lebih bersih dan jalanan pun lebih tertata. Kita juga sebagai seorang planner harus memberi tahu masyarakat tentang pentingnya naik transportasi umum. Dan kita juga harus bisa memperbaiki sarana dan prasarana transportasi umum agar faktor-faktor yang membuat masyarakat enggan menaiki angkutan umum bisa teratasi.
Sekiranya hanya sekian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Semoga bermanfaat bagi kalian yang membacanya.
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh


Komentar
Posting Komentar